Beberapa waktu yang lalu, di suatu tempat di
Korea, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun meninggalkan kota tempat
dia hidup dan dibesarkan. Berbekal koper berisi beberapa potong pakaian,
dia pergi meninggalkan 8 orang kakak perempuan dan ayah serta ibu yang
sangat mencintainya demi mengejar mimpinya. Dia meninggalkan kampung
halamannya dan berangkat menuju Seoul dengan kereta, meninggalkan
keluarganya yang menangisi kepergiaannya sambil menatap punggungnya
menjauh dan semakin jauh. Dia mendengar semua yang dicintainya menangisi
kepergiannya tapi dia terlalu takut untuk berpaling dan menengok ke
belakang karena dia tahu semua itu hanya akan membuatnya tak sanggup
meninggalkan semua demi mimpinya. Tapi dia juga tak mau menanggalkan
mimpi yang sangat diinginkannya. Dan tak ingin membuat keluarganya
melihat kalau dia pun melangkah pergi sambil menangis.
Dengan
menegarkan diri dan dibungkus jaket tipis, dia melangkah pergi menembus
dinginnya musim dingin meninggalkan keluarga yang menangisi kepergiannya
demi mimpinya. Meninggalkan kampung halamannya untuk pertama kalinya
selama 15 tahun ke kota besar yang hanya pernah dilihatnya dalam mimpi.
Kereta
pun akhirnya tiba di kota besar yang begitu hidup dan mewah, dengan
jalanan yang begitu sibuk, cahaya lampu yang bertaburan yang tidak
pernah dilihatnya. Dia merasa tekadnya melemah karena semua begitu
berlimpah, terlalu wah. Dia ragu, bisakah dia menemukan tempatnya di
kota yang begitu hidup dan mewah seperti ini? Kepercayaan dirinya mulai
terguncang.
Tapi mimpi yang hidup di hatinya belumlah musnah.
Jika dia pulang ke rumah hanya karena ragu seperti ini, dia tidak akan
pernah memaafkan dirinya sendiri. Apalagi hanya karena takut dan
pengecut. Dengan penuh perjuangan dan tanpa bantuan siapapun, dia
menemukan sebuah tempat .. apartemen yang kecil dan sempit.. dan
menyebutnya sebagai rumah di kota besar itu.
Ketika SM
Entertainment, perusahaan musik terbesar di Korea, menyelenggarakan
kontes menyanyi, dia memberanikan diri untuk ikut. Di lobi tempat kontes
diselenggarakan, dia melihat begitu banyak anak laki-laki sepertinya,
berharap terpilih dan masuk SM Entertainment melalui kontes ini dan
menjadi salah satu penyanyi besar. Semua peserta berpakaian menarik,
rapi dan sangat trendi, dengan peralatan mp3 player paling canggih
terpasang di telinga menemani mereka berlatih. Sementara dia, hanya
mengenakan pakaian sederhana dengan kaos berwarna abu-abu dan celana
jins. Rasanya seperti kalah dalam setengah pertarungan bahkan saat
pertarungannya sendiri belumlah dimulai.
Dengan nomor urut 12, dia melangkah memasuki ruangan audisi dimana duduk 5 orang juri berwajah dingin tanpa ekspresi menatapnya.
Dengan perasaan tegang dan gugup dia berdiri dihadapan mereka sampai akhirnya salah satu juri memintanya mulai bernyanyi.
Saat
suaranya mengalun,semua juri terkesima. Suaranya begitu menyentuh semua
orang di ruangan itu. Suara yang begitu murni dan lembut bahkan yang
paling murni dan lembut sampai saat itu yang pernah mereka dengar.
Rasanya seperti merasakan kesedihan yang amat dalam dan masih banyak
jutaan emosi yang kita rasakan ketika kita mendengar alunan suaranya,
membuat kita tidak bisa melepaskan diri dari rasa ingin terus mendengar
suaranya selama-lamanya dan tenggelam tersesat dalam alunan suaranya.
Tapi tetap saja, suaranya masih terlalu lembut, terlalu halus.
Tapi
dia berhasil memenangkan kompetisimenyanyi karena begitu banyak alasan
selain suaranya. Dengan wajahnya yang tanpa cacat, kulitnya yang
sempurna, bulu matanya yang panjang, roman mukanya yang lembut yang
bahkan lebih cantik dari seorang gadis, matanya yang besar dan jernih,
bibirnya mencebil, dan kulit putihnya seperti salju adalah alasan lain
yang memenangkan lomba itu untuknya. Semua juri beranggapan wajahnya
adalah wajah yang dilahirkan untuk berada dan besar didunia bisnis
hiburan.
Dia mendapatkan kontrak dengan SM selama 7 tahun, dengan
2 tahun pertama digunakan sebagai tahun baginya untuk menjalani masa
latihan. Selama masa latihan, dia harus membayar penuh untuk kelas
musik, tari dan kelas lainnya. Dan 5 tahun setelahnya dia akan menjadi
seorang artis. Melihat dia semakin dekat dengan mimpinya, dia menanda
tangani kontrak meski ia tahu selama 2 tahun berikutnya dia harus
menjalani kehidupan yang sangat keras dan sulit. Lebih dari yang pernah
dia jalani sebelumnya bahkan lebih dari yang pernah dibayangkannya. Tapi
inilah mimpinya, dan takkan sekalipun dia menyerah demi mimpinya.
Dimulailah
masa-masa yang pernuh perjuangan itu. Dia tahu keluarganya sendiri
tidak memiliki keuangan yang cukup, sehingga tidak pernah sekalipun dia
meminta uang untuk membiayai hidup danlatihannya. Setiap hari dia
berpindah-pindah melakukan 3 jenis pekerjaan yang berlainan. Saat orang
lainmasih terlelap tidur, saat mesin percetakan
berhenti mencetak dan
menghasilkan setumpukan koran yang sangat berat dan banyak, dia naik
sepeda tuanya dan mengantarkan koran-koran itu dari pintu ke pintu. Sore
hari dia bekerja di tempat konstruksi bangunan mengerjakan pekerjaan
paruh waktu. Wajahnya yang tampan tertutup debu-debu dari semen dan
kotoran lainnya. Dia pun menahan diri untuk tidak mengeluarkan suaranya
yang indah agar disukai oleh atasannya. Setiap sehabis kelas musik di
sore hari, untuk menghemat uang, dia berjalan selama 3 jam menuju tempat
dia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran. Dia melakukan semua
pekerjaannya dengan diam-diam. Melakukan semua kegiatan yang tidak
seharusnya dilakukan oleh anak laki-laki berusia 15 tahun. Selama 2
tahun terus menerus dia berusah membanting tulang bekerja keras. Semua
demi masa depan yang penuh cahaya dan indah.
Dia melakukan semua
hal yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan 2 tahun masa latihannya itu.
Tapi semua itu tetap saja tidak cukup. Dia tidak bisa makan 3 kali
sehari dengan teratur. Setiap dia mendapat gaji dari pekerjaannya, yang
pertama kali dia lakukan adalah membayar kelas pelatihannya, meski
akibatnya tidak banyak lagi uang tersisa untuk biaya hidupnya
sehari-hari baik untuk makan apalagi untuk membeli baju. Setelah 2 hari
menahan lapar dan tanpa uang sepeser pun untuk membeli mkanan, tubuhnya
mulai semakin melemah. Tapi dia tetap memaksa untuk bekerja karena harus
membayar uang untuk latihannya. Malam itu ketika dia membersihkan meja
di restoran, dia melihat seorang
pelanggan meninggalkan setengah
mangkuk mie yang masih panas di mejanya. Tak sanggup lagi menahan lapar,
sambil bergetar tanganya mengambil sendok dan memakan makanan sisa itu.
Saat makan dia merasa kalau mie yang dimakannya terlalu asin. Dia lalu
sadar kalau dia menangis dan air matanya masuk kedalam mangkuk mie tanpa
disadarinya.
Suatu hari dia jatuh sakit. Panas tubuhnya naik
dengan cepat. Dia tergeletak lemah di apartemennya yang kecil selama 3
hari. Untungnya dia sudah melunasi uang pelatihannya, tapi itu pun masih
belum sepenuhnya lunas karena biaya itu masih kurang untuk membayar 3
hari terakhir. Dia pun memaksa diri berjalan selama 3 jam untuk bekerja
di restoran.
Di perjalanan pulang, dia melihat tenda donor darah.
Dengan perut yang kelaparan, dia memaksa dirinya melakukan hal yang
tidak ingin dilakukan sebelumnya. Dia melangkah masuk ke dalam tenda
donor darah itu. Setelah satu jam berlalu, dia keluar dari tenda dengan
beberapa lembar uang di tangan dan menyeret tubuhnya ke sebuah toko
untuk membeli sebungkus biscuit.
Akhirnya 2 tahun yang sulit
berlalu. Dia pun dipilih masuk dalam grup 5 orang anak laki-laki yang
diumumkan oleh perusahaan sebagai grup yang paling baik yang pernah ada.
Meski kelimanya berbeda satu sama lain, tapi perusahaan percaya bahwa
mereka berlima bersama-sama akan melahirkan kesempurnaan. Dia merasa
sangat beruntung terpilih dalam grup ini dan sekaligus mendapat 4 orang
adik yang mengaguminya.
Ketika mereka mengeluarkan single album
pertama mereka yang hanya berisi 2 buah lagu, mereka berhasil naik ke
peringkat teratas dalam chart di Korea. Ini langsung merubuhkan mitos
bahwa album single tidak akan pernahsukses terjual di Korea. Akhirnya
dia merasakan manisnya kesuksesan, apalagi setelah dia melihat surat
dari fans yang datang setiap hari. Dia tahu apa yang terjadi selama 2
tahun lalu terbayarkan.
Tapi tak ada yang sempurna, saat-saat
indah hanya berlalu sesaat. Hidup memang kejam. Pertama kali mereka
mengadakan fan meeting, penggemar yang datang adalah para penggemar 4
member yang lain. Melihat penggemar berdiri mengantri di hadapan member
lain dan tak ada satupun penggemar yang mengantri di hadapannya
membuatnya ingin ber
teriak dan menangis. Para staf tidak mau melihat
situasi yang aneh ini bertahan terlalu lama dan mereka mulai menarik
beberapa penggemar agar berdiri mengantri didepannya. Dia menahan rasa
sedihnya dan berusaha berbicara dengan seorang gadisyang ada
dihadapannya. Tapi gadis itu itu dengan dingin menjawab, "Aku dipaksa
berdiri disini di depanmu. Aku bahkan tidak menyukaimu".
Hatinya
hancur. Tapi dia tidak menangis, dia memilih untuk menahan rasa lukanya
dan menggigit bibirnya meski itu membuat bibirnya berdarah. Tapi dia
tidak mau menangis di hadapan orang lain. Dia sedikit pun tidak mengerti
kenapa para para penggemar tidak menyukainya, tapi yang dia tak tahu
adalah kalau sebenarnya para penggemarnya masih berdiri di luar gedung
menunggu giliran untuk masuk dan menemuinya. Semua hanya karena gedung
itu terlalu kecil dan sempit untuk menampung semua penggemar sekaligus.
Para penggemarnya di luar gedung sedih dan terluka mendengar kabar ini
dan berbagi kesedihannya bersamanya.
Ketika akhirnya dia tahu
lewat internet bahwa bukannya para penggemar tidak menyukainya atau
karena dia melakukan sebuah kesalahan sehingga yang lain tidak
menyukainya tapi karena dia terlalu cantik. Banyak gadis yang iri pada
wajahnya. Membaca alasan yang tidak masuk akal ini dia tertawa kecil.
Dia tidak menyerah, setiap hari saat muncul di muka umum dia
menyunggingkan senyuman di wajahnya, berharap dan berdoa agar semua
melihat siapa dia sebenarnya dan mau mendengar suaranya.
Tapi semakin
keras dia berusaha semakin besar tekanan yang dia terima. Membuatnya
selalu merasa gelisah dan gugup saat akan melakukan pertunjukkan karena
takut melakukan kesalahan yang hanya akan membuat orang-orang akan
semakin tidak menyukainya. Sedikit demi sedikit, senyuman di wajahnya
menghilang dari depan kamera.
Tapi perilakunya ini malah membuat
penggemar menganggap dia berpura-pura bersikap dingin dan cool, karena
hal ini akhirnya perusahaan mempertimbangkan kemungkinan untuk
menggantikan posisinya di grup dengan orang lain. Mendengar hal ini dia
merasa sangat takut. Dia tidak mau meninggalkan tempat yang sudah
dianggapnya sebagai rumah keduanya tapi dia mengerti kenapa perusahaan
memu
tuskan hal seperti itu.
Tapi ternyata dia tidak ditukar
dengan siapapun. Para penggemar memenuhi jalanan di depan perusahaan
untuk menunjukkan rasa cinta mereka baginya dan memohon pada perusahaan
untuk tetap menyimpan dia dalam grup. Bahkan si bungsu di grup mereka,
Changmin, mengancam akan merobek surat kontraknya dan kembali ke sekolah
jika dia dikeluarkan dari group. Padahal manajer mereka melarangnya
bertindak nekad seperti itu.
Dia menangis. Dia tahu semua orang
di grupnya memiliki hasrat yang besar dalam musik. Bahkan Changmin,
anggota paling muda, juga mengalami banyak hal sulit untuk bisa seperti
dia sekarang. Dia semakin menghargai apa yang dia miliki lebih dari
sebelumnya. Dia mulai berlatih lebih keras dan lebih kuat. Sebagai
rasaterima kasihnya pada penggemar dan juga untuk menunjukkan sisinya
yang terbaik pada penggemar yang mencintainya. Selama pertunjukkan, dia
sering menatap berkeliling diantara para penonton. Sutradara memintanya
untuk hanya melihat satu titik saja karena dia terlihat lucu dengan mata
yang berkelana kemana-mana. Tapi dia berkata bahwa dia tidak bisa
seperti itu karena dia ingin melihat wajah setiap penggemar yang datang
untuk melihat pertunjukkannya. Meski karena itu dia terlihat buruk, dia
tidak peduli.
Suatu hari saat melakukan latihan untuk
pertunjukkan, dia terjatuh. Dia berpikir ini hanya jatuh yang biasa
terjadi kalau latihan menari. Tapi ketika dia tidak bisa kembali menari
dan lututnya terasa sakit luar biasa, dia berdiri di sudut ruangan dan
menahan rasa sakitnya hingga kakinya bergetar. Ketua grup mereka, Yunho,
tanpa berkata apapun langsung menggendong dia dipunggungnya dan
membawanya ke rumah sakit terdekat. Saat dia berasa di dalam ruang gawat
darurat, sesaat sebelum pintu tertutup, dia melihat 4 sosok yang
familiar. Penuh rasa khawatir dan berdoa baginya.
Dokter
menyatakan lutut kanannya luka parah dan dia butuh operasa sesegera
mungkin. Operasi ini operasi besar sehingga dia akan membutuhkan waktu
panjang untuk berisitirahat memulihkan kondisinya. Tapi dia menolak
melakukan istirahat panjang. Dua harisetelah operasi dia muncul di Seoul
Olympic Stadium bersama anggota yang lain, sesuai jadwal mereka,
menemui penggemar mereka. Sebelum kegiatan dimulai, Yunho terus berada
disampingnya dan tidak meninggalkannya sedetik pun. Saat fan meeting,
para penggemar bertanya apa yang Changmin inginkan untuk tahunbaru ini,
jawaban Changmin “Aku berharap agar Hyung lekas sembuh”.
Dia
benci menangis. Dia menundukkan kepala setelah Changmin berkata seperti
itu. Berusaha sekuat tenaga untuk tidak membiarkan air matanya jatuh.
Ketika dia mengangkat kepalanya dan menatap para penggemarnya, dia
melihat mereka semua menangis untuknya. Hatinya hancur. Dia mengambil
microphone dan berkata “Aku tidak terluka apapun kok. Serius! Jadi
tolong jangan menangis untukku ya? Mari kita bertemu dengan senyuman..
ya?”
Inilah pertama kalinya dia berbohong pada semua orang.
Operasinya baru berlalu 24 jam yang lalu, mana mungkin dia tidak merasa
sakit? Tapi dia berjuang keras demi cintanya pada semua penggemarnya.
Akhirnya
lukanya sembuh. Dia merayakan kesembuhannya bersama teman-teman
baiknya. Ketika mengendarai kendaraan untuk pulang, polisi mencegatnya
karena dia minum dan menyetir sekaligus. Yunho datang menjemputnya di
kantor polisi tanpa berkata apapun, tapi dia tahu dia sudah membuat
Yunho dan anggota lain kecewa.
Dia tak berkata apapun setelah
kejadian itu selama 2 minggu. Dia tahu kalau perusahaan hanya memberinya
hukuman yang sangat ringan untuk perilakunya yang keterlaluan dan bodoh
itu. Dia tahu kalau semua anggota grupnya harus memohon pada perusahaan
berulang-ulang kali agar dia tidak dikeluarkan dari grup. Oleh karena
itu, dia bersikeras, di fan meeting berikutnya dia akan meminta maaf
pada semua orang. Itulah pertama kalinya dia meneteskan air mata
dihadapan semua penggemarnya, ketika para penggemarnya berkata kalau
mereka semua memaafkannya dan masih tetap akan mencintainya.
Dia
mulai meraih popularitas lebih banyak lagi dan semakin terkenal.
Orang-orang mulai melihat dia lebih dari sekedar anggota berwajah
cantik, tapi juga musisi yang penuh hasrat bermusik dengan suara yang
indah
dan jiwa yang tegar dan tidak takut menghadapi kesalahannya. Kalimat
sederhana "Kami memaafkanmu" yang diberikan oleh pernggemarnya
memberikan kepercayaan diri yang dia butuhkan untuk terus berjuang dan
bertahan.
Orang ini adalah Kim Jae Joong, anggota group paling
terkenal di Korea, DBSK. Perusahaan memberinya nama panggung YoungWoong
Hero Jaejoong. Nama yang membuatnya selalu ingat bahwa kapanpun dia
merasa sedih dan ingin menangis, dia harus bertahan, karena dia adalah
Hero Jaejoong dan seorang Hero [pahlawan] tidak pernah menangis. Seorang
Hero [pahlawan] akan berjuang sampai titik terakhir dan memenangkan
pertarungan.
Seorang fans DBSK pernah berkata, pertama kali dia
melihat Jaejoong dia merasa tidak mungkin namanya adalah Hero karena
tidak cocok dengan cerminan dirinya yang lemah lembut, tapi sekarang dia
tahu kenapa namanya Hero, karena dibalik kecantikannya, terletak jiwa
pahlawan yang sesungguhnya.
credit : TVXQINDO
~Jae Joong, Interview~Kita akan mulai wawancara ini dari cerita mengenai kisah kelahiranmu.Ah,iya..( merasa agak malu).
Ah..tentu saja…saya mudah sekali gugup hari2 belakangan ini(^^)
Hahahaha..Kenapa? Saya
juga tidak tahu.(^^).Tapi saya hanya merasa agak malu.(menutup mulut
dengan tangan kanannya dengan senyum malu2). Ah~~ tolong tunggu
sebentar.Saya benar2 nervous,biarkan saya menenangkan diri saya dulu
sebentar.(^^)
hahaha…Jaejoong sekali..^^. Ketika pertama kali
melihatmu,dari semua member,kamu terlihat yang paling percaya diri dan
sepertinya kamu akan siap dengan kejadian apapun,tapi anehnya,hari ini
kamu pemalu sekali.. Hahahaha..ya benar..sebenarnya dari semua
member,saya yang paling pemalu.Dalam wawancara yang lain saya
diwawancarai lengkap bersama anggota yang lain,namun kali ini saya hanya
sendirian,makanya saya merasa malu.
tidak apa2.Ok~ Jadi,kamu harus mulai membiasakannya,terutama hari ini.^^ Kamu punya 8 saudara perempuan kan? Ya.Semua
orang kecuali saya adalah perempuan.Tapi walaupun saya laki2
satu2nya,tapi saya bukan termasuk yang paling tegar diantara keluarga
saya,dan saya,sebagai seorang anak bungsu,saya HARUS mau melakukan
apapun yang diperintahkan oleh ke 8 kakak2 saya..(^^). Menyedihkan….
Hahahaha..Tapi,ketika kamu lahir,orang tuamu pasti sangat gembira bukan?
Benar.Orang tua saya memang menginginkan anak laki2.Sehinga setiap kali
ibu saya mengandung,ibu selalu berkata,”Kali ini,pasti laki2!!” (Note:
ntah knapa,gw tiba2 ingat ibu di Atashinchi..^^;;;;).Tapi,m
ereka
tidak putus asa ketika mengetahui kalau anak mereka ternyata
perempuan,mereka berpikir,pasti menyenangkan dengan bertambahnya anggota
keluarga..Tapi bagi ayah saya,sebagai satu2nya pria dirumah,sangat
menginginkan anak laki2,yang nantinya akan melanjutkan nama kelurga
kami,Kim.
Karena harapan orang tuamu,maka lahirlah kamu.
Saya,juga,sangat
gembira setiap kali memikirkan hal itu.Sekarang,kakak tertua saya telah
berumur 40 tahun dan 2 tahun perbedaan usia antara saya dengan kakak di
atas saya.Usia ayah saya sudah menginjak 61 tahun dan ibu saya 60
tahun,jadi ibu saya sudah melahirkan ketika seusia saya sekarang.Jadi
saya sebenarnya merasa kasihan pada ibu.Karena ibu selalu bercerita
bahwa itu sangat berat baginya.Mengurus anak2nya padahal dia juga sedang
mengandung anak berikutnya.Saya berpikir,” Atas nama kami
semua,anak2mu,terimakasih ibu.”. Hal inilah yang membuat saya selalu
ingat bahwa saya harus melakukan hal yang terbaik sepanjang hidup saya!
benar
sekali. Saya yakin orang tua teman seusiamu dulu jauh lebih muda dari
kedua orang tuamu.Pernahkah kamu merasa berbeda karena memiliki orang
tua yang usianya lebih tua dari yang lain?
Ah~
Iya..pernah.Karena memang saya memiliki keluarga besar dan kedua orang
tua saya juga bekerja.Jadi mereka sangat sibuk dan tidak pernah
menjemput saya pulang sekolah.Saya merasa sendirian.Tapi karena situasi
hiudp saya memang seperti ini,saya selalu berpikir,”Saya harus
pindah.Bertanggung jawab atas diri saya sendiri.” Bahkan untuk kakak2
saya,dari kakak pertama hingga ke-5,mereka telah menikah atau
kuliah,sehingga saya hanya berhubungan dengan kakak saya yang ke-6 hinga
ke-8.saya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga saya,tapi mereka
semua sibuk,kami tidak memiliki waktu untuk saling bertemu,dan
berbicara.Dengan banyaknya perhatian dan kasih sayang dari keluarga,saya
selalu beranggapan bahwa mereka selalu ada untuk saya kapanpun.Ketika
saya kelas 6 SD,ayah memberitahu saya ” Cobalah menemukan gaya hidupmu
sendiri,dan putuskan apapun yang kamu inginkan untuk masa depanmu.”
Setelah mendengar hal ini,saya bahkan pernah menjadi seorang loper koran
untuk sekedar mencari pengalaman.Ketika saya SMP,saya juga part time
mnegantar ayam.Saya telah mencoba banyak part time sebelumnya.
menakjubkan!!
Mungkin karena pengalaman2 ini kamu tampak teratur dan kamu tahu apa
yang kamu hendak lakukan.Bagaimana dengan kisah cinta pertamamu?
Saat
di Taman Kanak2!!. Perempuan ini berada di” Kelas Mawar” dia sangat
polos dan imut.Lalu,saya dulu tidak tahu apa itu cinta atau
mengungkapakan perasaan saya,sehingga saya hanya melihatnya di kejauhan
dan jantung saya akan berdetak sangat cepat.(^^).Tapi kisah cinta saya
itu berakhir begitu saja,ketika mengetahui ternyata kami akan masuk ke
SD yang berbeda.Kisah yang menyedihkan..
Well,biasanya cinta pertama memang begitu~(^^)
Apa impianmu ketika masih kecil?
Menjadi pemilik supermarket!!Karena saya selalu berangggapan,saya dapat memakan apapun semau saya kapan saja.
Aww..kamu
cute sekali..kamu juga seorang pelukis berbakat.kamu tidak pernah
berpikir untuk menjadi seorang kartunis atau ilustrator?
Saya
sangat suka menggambar,tapi saya tidak berpikir untuk menjadi seorang
ilustrator atau kartunis.dan,dulu saya sangat pandai dalam bidang olah
raga dan badminton.tapi saya juga tidak pernah berpikir untuk menjadi
pemain badmnton.
Kapan kamu mulai mengembangkan bakatmu dalam bernyanyi?
Ketika
kelas 2 SMP.Saat itu,saya tidak tertarik dalam hal apapun dan saya
memiliki masalah pada suara saya,sehingga saya dulu juga tidak menikmati
menyanyi.Tapi saat itu saya melihat H.O.T di tv,saya ingin jadi
penyanyi.Saya pun mulai mengikuti audisi yang diadakan SM Ent pada saat
saya kelas 3 SMP,namun sayang,saya gagal.Saya amat sangat kecewa pada
diri saya sendiri,dan berlatih dengan giat sejak saat itu. Saat saya
kelas 1 SMU saya kembali mengikuti audisi yang diadakan SM Ent,dan kali
ini saya berhasil. Sejak saat itu saya pindah ke Seoul seorang diri.
Ketika kamu berusia 15 tahun?
Iya,jika
kita mengandaikan rumah saya dengan tempat di Jepang. Rumah saya di
nagoya..Dan ketika saya mengingat cita2 saya menjadi seorang artis,saya
harus pindah,bagaimanapun juga.Itulah kali pertama saya hidup seorang
diri,dan saya tidak yakin dengan cara ini saya bisa menjadi seorang
penyanyi.Juga,saya butuh uang untuk bertahan hidup,pokoknya saya benar2
tidak yakin dengan segalanya.Tapi itu merupakan langkah awal saya dalam
mennggapai impian saya dan saya tidak akan berhenti disitu saja.Maka
saya kemudian melakukan part time,selain itu latihan menyanyi dan
menari,sangat berat. Mengingat saya ada dalam keluarga besar,saya tidak
mau orang tua saya menjaga saya,dan membuat mereka khawatir.Sehingga
saya tidak pernah mau meminta uang dari mereka.Untuk itu saya harus
bekerja sendiri untuk menghidupi saya sendiri di Seoul.Jadi,selama
kuarng lebih 1,5 tahun ada saat dimana saya bahkan tidak bisa datang ke
kelas menari dan menyanyi.Bahkan jika saya melihat kembali
kebelakang,itu adalah titik balik saya.Tapi,saya tidak pernah menyerah
walaupun saya tahu bagaimana sulitnya keadaan tersbut .Dan oleh karena
saya telah melewati masa2 sulit tersebut saya sekarang sangat bersyukur
dan gembira melakukan yang terbaik bersama TVXQ.
Iya,kamu benar
sekali.JaeJong,kamu anak paling kecil dirumah,tapi kamu merupakan
anggota tertua di TVXQ bersama Yunho. Tinggal sendirian,melakukan banyak
hal2 sulit,debut bersama TVXQ,melakukan hal tersebut bersama anggota
TVXQ lainnya,apakah kamu merasa bahwa sifatmu telah berubah dari
sebelumnya?
Ya,pernah.Sekarang,saya selalu beranggpan bahwa
seluruh anggota TVXQ lain,yang telah saya kenal ketika pelatihan,sebagai
bagian dari keluarga saya.Seperti yang kamu sampaikan tadi saya anak
bungsu di keluarga,tapi saya selalu menyadari bahwa saya angota tertua
di grup,sehingga sejak awal setelah kami berlima debut bersama TVXQ,saya
berpikir,” saya juga harus memimpin mereka.Karena Yunho adalah
ketua/leader di grup,maka dia mengurus bagian2 yang umum saja,sedangkan
saya memperhatikan bagian2 kecil dari setiap member.Bahkan,karena masa
lalu saya,saya memiliki sifat dimana saya dapat merasakan dan mengerti
keadaan orang lain.
Tentu saja.Ketika saya mendengar tentang hal
ini,saya mnegrti mengapa member yang lain mengatakan bahwa kamu sangat
“penyayang” dan bijaksana.
Benarkah demikian?(^^) Tapi sejak
single ke-2 kami” The way You Are” beredar di korea,semua member telah
memiliki kepercayaan diri yang tinggi,sehingga kami dapat
menikmatinya.Ketika kami masih di pelatihan,kami selalu berpikir ini
merupakan perjalanan panjang dimana kami tidak bisa melihat apapun di
depan kami,tapi sekarang,semua member berada disisi saya,demikian pula
dengan fans yang terus mendukung,serta para staff di SM,saya merasa amat
dicintai.
Apa yang membuatmu terus mempertahankan impianmu?
Itu
adalah keinginan saya untuk menyanyi, dan senior yang bersama saya di
tempat pelatihan. Mereka adalah salah satu yang membuat saya untuk terus
berpegang pada mimpi saya.Mereka sudah tidak bersama SM ,tapi saat kami
telah menjadi TVXQ,kami selalu bercerita mengenai,”Akankah saya debut
dan mendapatkan apa yang saya impikan?” Tapi mereka selalu ada disisi
saya setelah semua part time job yang saya lakukan,dan keletihan saya
terhadap semua pelajaran di tempat pelatihan. Mereka juga memiliki
impian yang smaa dengan saya,sehingga mereka sangat mengerti.Ya
itulah,dan sekarang saya ingin menjadi orang yang terus berpegang pada
impian saya sebagaimana apa yang dilakukan senior2 tersebut bterhadap
saya.
sebelumnya,kamu mengatakan bahwa jika kamu bisa memutar
waktu,kamu ingin kembali ke masa pelatihanmu,kenapa kamu mau kembali ke
hari dimana kamu mengalami hari2 terberat dalam hidupmu?
Karena
saya memiliki sifat dimana saya selalu ingin menghasilkan sesuatu-ya
saya selalu dipandang begitu-saya amat menyukai karakter saya ini..
tentu
saja,saya selalu melakukan yang terbaik untuk mimpi saya,tapi karena
sekarang saya memiliki member yang lain,segalanya menjadi lebih nyaman
bagi saya.Saya rasa,akan jauh lebih baik,tapi saya keras kepala,dan saya
dulu tidak bisa belajar dari sifat buruk saya itu.Jika saya memikirkan
dari waktu ke waktu,sekarang saya benar2 gembira dalam berbagai hal jadi
saya berpikir,saya tidak seharusnya merasakan kebahagiaan ini
sendirian..
(note: bingung gak lo?Lah dari skrip aslinya,yang ngetranslate juga bingung ama hasil translatenya..hehehehe…)
baiklah.JaeJOong,saya ingin menanyakan sebagai,”Kim Jae Joong” apa yang ingin kamu lakukan sebagai seorang pria?
Sebagai
Kim jae Jong,saya ingin dapat merasakan kesendirian dari orang
lain.Bagaimana semua perasaan yang bercampur aduk itu,sehingga saya
dapat tertawa,menangis bersama mereka,dan ingin menjadi orang yang dapat
mereka percayai.
Bagaimana sebagai angota TVXQ,Hero Jaejoong?
Sebagai
Hero,saya ingin menjadi artis yang tidak akan mundur dibelakang ke 4
anggota yang lain. Karena,hingga kini,untuk TVXQ,semua member akan terus
mengembangkan diri mereka ke arah yang lebih baik lagi,sehingga saya
ingin berkembang menjadi artis yang sempurna dan tentu juga terus bersma
TVXQ.
credit : TVXQ_INDONESIA
tambahan: Jae Joong's Friendship With Park Ji Bin (Geum Gang San)
Selama
pembuatan film BOF, ia sering upload foto dirinya dengan Lee Minho, Kim
Jun, etc di minihompy dan merilis foto dirinya dengan Jaejoong, yang
saat ini di Jepang, pada tanggal kejutan. Mereka mengambil foto diri
minum cola pada satu kesempatan, dan mereka memiliki makan malam yang
menyenangkan.
jaejoong
bertemu Park Jibin, menyatakan dirinya kipas(gga tau gue maksudnya
apa), pada tahun 2005 di sebuah yayasan amal anak-anak. Jaejoong
kemudian bertukar nomor telepon dengan dia dan mereka telah memelihara
hyung-dongsaeng dekat hubungan selama 5 tahun atau lebih.
Jaejoong
berkata "suara Jibinnie sangat lembut dan manis jadi saya pikir itu
adalah penggemar perempuan yang menelepon. Sekarang aku memanggilnya
dongsaeng saya yang seperti pacar "menunjukkan kasih-Nya untuk
dongsaeng. Taman Jibin menjawab "Jaejoong hyung adalah anggota yang
paling tampan di TVXQ '
Netizens berkomentar "It's great untuk melihat baik hati seperti anak laki-laki begitu dekat satu sama lain"
"It's cool dan menarik bahwa persahabatan mereka telah mengatasi perbedaan usia"